Mengenal Lebih Dekat Jenis-jenis Sepeda

Sekarang ini keberadaan sepeda di tengah jalanan kota mulai semarak kembali. Mereka yang bersepeda tidak hanya untuk saat santai saja, tapi juga ada yang menggunakannya sebagai alat transportasi utama ketika hendak pergi bekerja. Ada begitu banyak model sepeda yang saat ini tengah populer di masyarakat Indonesia. Mulai dari sepeda lipat, fixie, bahkan sepeda klasik pun masih eksis di negara tercinta kita ini.

Tidak ada yang melarang kita untuk menggunakan jenis sepeda apa ketika kita bersepeda di jalan raya. Baik sepeda gunung, sepeda bmx, atau sepeda balap, semuanya bisa Anda gunakan asal tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Meskipun tidak ada yang melarang, akan tetapi kita juga setidaknya harus tahu apa saja jenis-jenis sepeda dan kegunaannya. Karena beda jenis sepeda maka akan beda pula kegunaannya. Berikut ini setidaknya ada 7 macam jenis sepeda yang begitu familiar di masyarakat Indonesia.

baca : Sejarah Sepeda

1. Sepeda Gunung (MTB)
jenis-jenis sepeda
Sesuai dengan namanya, sepeda ini terasa lebih cocok bila digunakan dalam area pegunungan atau medan berat lainnya. Sepeda gunung atau bisa dikenal dengan sebutan Mountain Bike (MTB) ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 di arena perbukitan San Fransisco.

Ciri-ciri sepeda gunung:
- Rangka terbuat dari pipa yang relatif lebih besar dan kuat bila dibandingkan dengan jenis sepeda lainnya.
- Ukuran roda 26” dengan tapak ban yang cukup lebar
- Karena di khususkan untuk medan berat, maka profil tapak ban yang dipakai mampu mencengkram tanah dan batu.
- Menggunakan shock breaker pada roda depan atau dikeduanya.
- Mempunyai tiga gear depan dan 10 gear belakang.

2. Sepeda Balap
jenis sepeda
Sepeda balap merupakan jenis sepeda yang digunakan di jalan raya dengan kecepatan tinggi. Para atlet balap sepeda biasanya menggunakan jenis sepeda yang satu ini. Sepeda balap ini jika dipacu di jalan datar mampu melaju hingga kecepatan 60 km/jam.

Ciri-ciri sepeda balap:
- Rangka pipa relatif lebih kecil.
- Diameter ban yang digunakan lebih besar dari MTB namun lebar peleg lebih kecil daripada MTB.
- Tidak menggunakan shock breaker.
- Tapak ban relatif lebih halus.
- Gear yang digunakan bisa tiga gear depan dan 10 gear belakang.
- Setir berbentuk melengkung pada ujung-ujungnya bertujuan supaya para pengendara dapat merendahkan posisi badannya sehingga bisa diperoleh aerodinameter yang ideal.

3. Sepeda Hybrid (Hybrid Bike)
jenis sepeda
Jenis sepeda yang satu ini merupakan perpaduan antara sepeda gunung dan sepeda balap. Sepeda yang satu ini lebih cocok digunakan di jalan raya.

Ciri-ciri sepeda hybrid:
- Bentuk rangka hampir mirip dengan sepeda gunung.
- Terdapat shock breaker pada roda depannya.
- Diameter pipa lebih mirip sepeda balap.
- Ukuran roda 27” sehingga mirip dengan sepeda balap.
- Ban lebih lebar dari sepeda balap dengan disertai permukaan tapak yang sedikit bertekstur.

4. Sepeda BMX
Jenis-jenis Sepeda
Sepeda ini banyak digunakan untuk atraksi ekstrim dan juga merupakan jenis sepeda yang paling disukai oleh kaum lelaki. Sekarang ini banyak sekali komunitas sepeda BMX yang tersebar diseluruh dunia.

5. Sepeda Lipat
Jenis Sepeda
Meskipun terbilang baru, jenis sepeda yang satu ini rupanya telah banyak memikat para pengguna sepeda. Mereka yang mengusung gerakan “bike to work” juga banyak yang menggunakannya.

6. Sepeda Fixie
Jenis jenis Sepeda
Sepeda fixie mempunyai desain yang cukup unik dengan tampilan warnanya yang cerah. Selain itu, sepeda fixie juga terlihat lebih sederhana karena tidak adanya kabel kabel rem yang umumnya ada di sepeda. Meskipun tanpa adanya kabel kabel rem, sepeda fixie ini bisa mengurangi kecepatan dengan cara menggoes kebelakang.

7. Sepeda Onthel
Sepeda Klasik
Sepeda onthel adalah sepeda klasik yang pernah populer di Indonesia sekitar tahun 70-an. Meskipun sekarang ini keberadaanya tidak se-populer zaman dulu, akan tetapi sepeda onthel masih tetap eksis dibeberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah pedesaan.